PEMELIHARAAN KUDA

Kuda merupakan salah satu ternak yang sudah lama dikenal dan digemari oleh masyarakat. Beberapa jenis kuda yang dikenal di Indonesia semuanya termasuk jenis kuda poni (tinggi pundak kurang dari 140 cm) dan dianggap sebagai keturunan kuda Mongol (Przewalski) dan kuda Arab. Kuda tersebut pada umumnya diberi nama sesuai dengan asalnya dan tersebar diseluruh wilayah diantaranya kuda Gayo, Batak, Jawa, Priangan, Sulawesi, Kangean, Lombok, Bali, Sumbawa, Sandel, Timor, dan kuda Flores. Sejak dahulu kala peranan kuda sebagai sarana transportasi telah berhasil membuka isolasi daerah pedalaman, sehingga masyarakat daerah pedalaman dapat berkomunikasi dengan masyarakat luar. Seiring dengan perkembangan zaman, peranan kuda yang semula hanya sebagai sarana transportasi, sebagian telah terjadi perubahan alih fungsi menjadi sebagai olahraga atau kuda pacu.
Pacuan kuda adalah olah raga berkuda yang sudah ada sejak berabad-abad yang lalu. Kuda dilatih untuk berpacu menuju garis akhir melawan peserta lain. Banyaknya peminat terhadap olahraga berkuda khususnya di Indonesia membuat banyak kalangan peternak mengawinkan kuda lokal dengan kuda pacu dari luar seperti kuda pacu Thoroughbred. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan kuda pacu yang mampu beradaptasi dengan kondisi iklim dan lingkungan Indonesia dan dengan kemampuan yang mendekati dengan kuda Thoroughbred.
Kuda pacu yang bertanding dalam sebuah kejuaraan adalah kuda yang benar-benar sudah terlatih dengan baik, dan berasal dari seluruh daerah di Indonesia. Setiap kuda pacu yang akan mengikuti kejuaraan berlomba-lomba untuk melakukan persiapan terbaik. Selain kuda berasal dari persilangan yang baik (breeding) dan pemberian makan atau feeding yang tepat, pola latihan juga merupakan salah satu upaya didalam menghadapi kejuaraan.
            Kuda tunggang adalah kuda yang dimanfaatkan kemampuan, ketangkasan dan kepintarannya untuk mengikuti instruksi dari rider. Kuda yang digunakan sebagai kuda tunggang adalah kuda kuda yang memiliki kepintaran dalam menangkap instruksi pelatih atau rider. Ada berbagai macam kelas yang diselenggarakan dalam perlombaan kuda tunggang. Selain kuda – kuda khusus yang digunakan untuk kuda pacu, kuda yang sudah pensiun dari pacuan juga masih bisa dilatih sebagai kuda pacu.
Perencanaan pembangunan kandang juga perlu memperhatikan faktor letak dan iklim setempat serta bahan bangunan dan konstruksi kandang. Luasan bangunan dan penataan fasilitas penunjang dalam areal kandang, seperti kantor, ruang isolasi, dan gudang harus diperhitungkan dengan baik. Bermacam-macam bentuk kandang kuda dapat dibuat, tergantung pada fungsi kuda serta jenisnya. Kandang tersebut bisa dibuat dari bahan kayu atau tembok yang berpintu. Hal yang paling penting adalah kondisi kandang kuat apabila didepak dengan kaki kuda dan adanya gerak kekuatan kuda ketika sedang birahi atau gaduh tidak mengalami roboh atau kerusakan, baik kandang bentuk koloni atau tunggal, sebenarnya kandang kuda akan lebih baik jika dibuat perkamar yang berkuran 3m2 atau lebih pembuatan kamar tersebut jangan dalam kondisi tertutup rapat, namun cukup berupa palang-palang kayu yang kuat. Ukuran ideal untuk stable adalah untuk kuda dewasa 3,5 x 3,5 m, dan untuk poni 3,5 x 3 m.
Sebaiknya kandang sering dibersihkan, terutama ketika kuda-kuda sedang berada dipengumbaran. Selain itu, kuda-kuda tersebut harus juga sering dimandikan dan dirawat. Lantai kandang hendaknya diberi alas yang keras. Sebaiknya tempat makan dan  minum tersebut ditempatkan dibagian depan kandang ditempat yang agak tinggi, paling tidakkuda tidak mudah mengambilnya. Kandang kuda umumnya berbentuk single stall. Tempat untuk latihan (exercise) sebaiknya disediakan di areal perkandangan. Kandang untuk ternak kuda dapat dibuat dari bahan bangunan yang sederhana dan murah, namun harus memiliki konstruksi yang cukup kuat. Membangun kandang di daerah tropis, sebaiknya disediakan ventilasi sehingga pertukaran udara dapat berjalan lancar dan tidak menimbulkan hawa panas didalam kandang.
Fasilitas pendukung kandang
Peternakan kuda tidak akan terlepas dari fasilitas yang mendukung. Fasilitas tersebut diantara lain adalah ruang anak kandang, ruang pakan, loading unit, kamar mandi, pompa air, padock, tempat grooming, gudang hijauan, lapangan latihan gudang peralatan dan lahan hijauan. Ruang anak kandang berfungsi sebagai tempat istirahat. Ruang pakan berfungsi sebagai tempat menyimpan pakan. Loading unit berfungsi untuk tempat naik atau turunnya kuda. Kamar mandi berfungsi sebagai tempat mandi cuci kakus. Sumur bor berfungsi sebagai sumber air. Padock digunakan untuk tempat latihan kuda. Tempat grooming berfungsi untuk tempat grooming dan penapalan. Gudang hijauan digunakan untuk menyimpan rending. Gudang peralatan digunakan untuk menyimpan peralatan dan lahan hijauan berfungsi sebagai sumber hijauan ternak.
Peternakan kuda yang baik juga harus memiliki fasilitas pendukung seperti tempat penyimpanan peralatan, tempat penyimpanan pakan, ruang groom pada setiap kandang sehingga memudahkan untuk mengawasi kuda. Padang umbaran dan arena berlatih kuda juga diperlukan bagi peternakan yang sudah berorientasi komersial. Kuda dilepaskan pada padang umbaran setiap pagi untuk mencari makan sendiri dan bergerak bebas setelah lama dikandang. Luas padang umbaran yang baik adalah 10 ha, minimumnya adalah 2,5 ha.
Peralatan kandang
Peralatan kandang yang digunakan antara lain: sekop, sapu, sabit, selang, drum, troli, tempat pakan, tempat minum, tali tuntun, ember dan karung goni. Sekop berfungsi untuk membersihkan bedding dari kotoran. Sapu berfungsi untuk menyapu bedding. Sabit digunakan untuk mengambil hijauan. Selang berfungsi sebagai penyalur air dan penyiram lapangan. Drum dan ember masing-masing digunakan sebagai tempat pakan dan tempat minum. Karung goni berfungsi sebagai tempat pembuangan kotoran. Kandang harus dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai. Perlengkapan kandang berupa tempat pakan, tempat minum, dan kotak garam. Selain itu, peralatan yang perlu dilengkapi adalah alat-alat permbersih kandang seperti sapu, sikat, sabit, alat pengangkut, dan pembersih kotoran.
Kuda pacu Indonesia merupakan ternak yang saat ini dibentuk melalui program grading up dengan tujuan untuk memenuhi permintaan kuda pacu. Proses pembentukan kuda pacu Indonesia dimulai dari G1 yang merupakan persilangan kuda betina lokal dengan pejantan Thoroughbred dengan darah lokal 50% dan darah Thoroughbred 50%. Kuda G2 merupakan hasil silang kuda betina G1 pada umur 3 atau 4 tahun dengan pejantan Thoroughbred. Kuda betina G2 dikawinkan dengan jantan Thoroughbred akan menghasilkan G3 dengan komposisi darah lokal 12,5% dan darah Thoroughbred 87,5% yang dirasa sudah cukup baik untuk dijadikan bibit pejantan (parent-stock) pembentukan kuda pacu Indonesia. Kuda betina G4 selanjutnya dibentuk untuk dijadikan betina parent-stock yang akan disilangkan dengan kuda jantan G4 atau G3 dan menghasilkan kuda pacu Indonesia. Kuda pacu yang tidak masuk ke dalam skema persilangan KPI tetapi mempunyai darah Thouroughbred biasa disebut Kuda Pacu (KP).
Grading-up kuda di Indonesia terdapat beberapa jenis kuda lokal. Kuda lokal di Indonesia terdiri atas kuda Gayo, kuda Sulawesi, kuda Kangean, kuda Sumbawa, kuda Sandel, dan kuda Batak. Ukuran tubuhnya relatif lebih kecil dan mempunyai tinggi di bawah 150 cm. Kuda Poni adalah jenis kuda yang berukuran kecil. Tingginya dari tanah sampai ke punggung kurang dari 14 tangan (142 cm). Leluhur dari kuda peliharaan yang masih liar memiliki ukuran hanya sebesar ini tetapi setelah dijinakkan maka berkembang kuda yang kuat untuk diternakkan.
Kriteria pemilihan kuda
Memilih Untuk olah raga equestrian dipilih kuda yang bentuk badannya baik, bangsanya jelas, jika merupakan kuda persilangan harus tau tetuanya, temperamen bagus, cerdas, umur diatas 2 tahun dan siap di latih. Beberapa kriteria dalam pemilihan kuda atlit dalam upaya menunjang prestasinya antara lain, bentuk tubuh (konformasi), sifat kuda, temperamen, karater, ayunan langkah (passage) dan pergerakan (movement). Olah raga kuda pacu dipilih kuda yang hidungnya besar, proporsi tubuh baik, pertulangan baik, perototan baik, bentuk kaki simetris, keturunannya jelas, staminanya baik dan usianya antara1,5 sampai 2 tahun.
Manajemen Pakan
Bahan pakan
Frekuensi pemberian
Pellet
3x
Rendeng
2x
Rumput lapangan
2x
Dalam sekali makan kuda dapat mencerna 1.3 – 1.8 kg konsentrat. Jumlah pakan yang terlalu banyak dalam satu kali pemberian akan menyebabkan proses pencernaan pakan menjadi tidak efektif dan efisien. Pakan yang tidak tercerna akan terbuang percuma melalui feses, sehingga pakan kuda harus diberikan dalam jumlah yang tepat dengan frekuensi yang sering. Jika memungkinkan, pakan kasar dan berserat seharusnya tersedia secara ad libitum dalam kandang kuda agar dapat mengganti energinya yang hilang setelah melakukan berbagai aktifitasnya sepanjang hari. Jumlah pakan yang sedikit dengan frekuensi yang sering akan membuat sistim pencernaan kuda bekerja dengan baik. Frekuensi pemberian pakan kuda kompetisi setidaknya 4 sampai 5 kali sehari sedangkan untuk kuda biasa pemberian pakan minimal 2 kali sehari.
            Jumlah total pakan yang sebaiknya diberikan tiap hari pada kuda adalah 2,5 persen dari total berat tubuhnya. Pemberian serat dan konsentrat haruslah seimbang sesuai dengan aktivitasnya. Kuda merupakan hewan ternak yang merumput sehingga kebutuhan akan serat wajib untuk dipenuhi untuk menjaga kesehatan saluran cernanya. Jumlah serat yang harus didapatkan kuda tiap hari adalah adalah seberat 0.75 kg/hari untuk tiap 50 kg berat badan.
            Jumlah pemberian konsentrat dalam satu waktu pemberian pakan, jumlahnya tidak boleh melebihi 0.5 persen dari total berat tubuh kuda. Alasannya adalah bahwa konsentrat yang terdiri dari gula dan zat tepung akan dicerna dan diserap di dalam usus halus, sehingga jika jumlahnya berlebih maka zat-zat tersebut akan menumpuk di sekum dan akan menyebabkan kuda mengalami kolik. Waktu pemberian pakan kuda yang tepat adalah saat tubuh kuda berada pada kondisi yang tenang dan rileks sehingga pencernaan dapat bekerja dengan baik. Jika yang menjadi acuan adalah aktivitas, maka waktu pemberian yang tepat adalah saat sebelum dan sesudah kuda melakukan aktivitas yaitu pada pagi, sore dan malam hari. Kuda tidak dapat mencerna pakan jika diberikan kerja bersamaan dengan waktu pakannya. Jadi lebih baik pakan diberikan setelah kuda melakukan kerja dengan jeda waktu beberapa saat. Apabila dibandingkan dengan literatur bahan pakan yang diberikan sudah cukup baik.
Metode pemberian
Bahan pakan
Jam pemberian
Jumlah
Metode
Konsentrat
05.00

Secara kering dan langsung diberikan
17.30

Hijauan
12.00
1 ikat
Di angin-angikan terlebih dulu
19.00
2 ikat
Frekuensi pemberian pakan bervariasi yaitu dua atau tiga kali dalam sehari. Setiap kuda yang menerima ransum atau pakan konsentrat penuh, sebaiknya pemberian makan dilakukan minimal tiga kali sehari. Jika kuda tidak menghabiskannya dalam tiga kali pemberian, berikan pakan pada larut malam, sehingga kuda mendapatkan jumlah makanan yang sama tetapi dengan empat kali pemberian pakan yang lebih sedikit.Pemberian pakan kuda pacu setiap harinya belum dilakukan berdasarkan bobot badan seekor kuda dan skor kondisi tubuh. Pemberian pakan menjelang kejuaraan tidak dibedakan dengan pemberian pakan sehari – sehari. Hasil pengamatan metode pemberian yang didapatkan telah sesuai dengan literature yang ada dan metode pemberian pakan yang dilakukan sudah baik.
limbah
Macam-macam limbah yang dihasilkan adalah feses, bekas bedding, hijauan yang tercecer, sisa grooming dan sisa kuku. Pembersihan kandang dari feses dan alas untuk bedding diganti 1 bulan sekali. Seluruh kandang kuda dibersihkan dua kali dalam sehari saat kuda sedang keluar dari kandang untuk melakukan latihan. Hal itu dimaksudkan untuk menjaga lingkungan tempat tinggal kuda tetap sehat. Keadaan permukaan alas kandang dan lingkungan juga berpengaruh terhadap kesehatan kuda. Kuda dengan lingkungan alas kandang yang buruk seperti becek dan berbatu akan menjadi presdisposisi terhadap penyakit-penyakit kuku kuda sehingga keadaan tanah lingkungan tempat kuda dan sekitar kandang perlu dikondisikan seperti keadaan tanah normal kuda saat berada di alam.  
Tidak seperti feses sapi perah, feses kuda memiliki tekstur yang lebih padat sehingga jarang digunakan untuk biogas dan pupuk organik, namun tidak menutup kemungkinan bahwa limbah peternakan kuda, terutama feses, dapat dimanfaatkan sebaik mungkin. Feses kuda seperti feses ternak pada umumnya berpotensi menyebabkan pencemaran lingkungan, untuk itu perlu dilakukan pengolahan terhadap feses tersebut. Salah satu pengolahan yang mudah dan dapat dilakukan adalah dengan proses pengomposan. Feses kuda mengandung karbon yang tinggi dan nitrogen yang rendah sehingga dalam pembuatan kompos perlu adanya sumber nitrogen tambahan.

Perawatan
Grooming. Perawatan yang dilakukan rutin pada kuda   menyikat dengan roskam, dibersihkan dengan sikat halus dan kotoran tanah yang menempel di kuku dicungkil. Kuda yang dikandangkan seharusnya digroom secara teratur setiap hari, tidak hanya membuatnya kelihatan gagah, tetapi untuk menjaga kulitnya dan bulunya dalam keadaan sehat serta untuk mencegah penyakit kulit. Para pemilik kuda yang betul-betul memperhatikan perawatan kudanya, pada cuaca dingin untuk menjaga temperatur tubuh kuda tetap.
Grooming yaitu menyikat tubuh kuda dengan sikat khusus (body brush) dan rosecomb. Grooming bertujuan untuk menyingkirkan kotoran-kotoran yang berada di kulit kuda. Frekuensi grooming yang tepat adalah dilakukan dua kali sehari yaitu sebelum dan setelah kuda beraktivitas.
Pemandian kuda. Kuda tidak dimandikan setiap hari tetapi seminggu sekali, menghindari tumbuhnya rambut yang tidak bagus. Kondisi memungkinkan kuda dapat dimandikan dari waktu kewaktu selama program pelatihan. Hal ini akan membantu untuk membebaskan bulu dari parasit dan juga akan meningkatkan penampilan kuda.  Memang hari terasa panas, sebaiknya kuda dimandikan dengan air. Hal itu dimaksudkan untuk mendinginkan tubuh kuda dan membersihkan keringat yang ada.
Pemasangan tapal (shoeing). Pemasangan tapal dilakukan untuk menjaga kuku dan setiap minggu di cek. Kuku dipotong membentuk tapal kemudian dikikir. Perawatan kuku penting artinya bagi kesehatan kuda. Perawatan kuku yang diperlukan bagi kesehatan kuda adalah pembersihan kuku, pemotongan kuku, pemasangan tapal, dan pemeriksaan kesehatan kuku.
Peralatan
No
Nama alat
Fungsi
1
Tempat pemandian
Sebagai tempat pemandian
2
Roskam
Untuk membersihkan kotoran dirambut kuda
3
Congkel kuku
Untuk mencongkel bagian dalam kuku
4
Sikat biasa
Untuk menghilangkan rambut setelah diroskam
5
Sikat brush
Untuk menghilangkan rambut yang sudah dihilangkan
6
Sikat kawat
Untuk merapikan rambut leher dan ekor
7
Sisir
Untuk merapikan rambut kuda
Salah satu perawatan untuk kuda adalah grooming. Kegiatan ini merupakan kegiatan khusus ternak kuda dan membutuhkan alat-alat khusus untuk kelancaran grooming itu sendiri. Grooming yaitu menyikat tubuh kuda dengan sikat khusus (body brush) dan rosecomb.
Penyakit yang sering muncul
Penyakit
Penyebab
Gejala klinis
Penanganan
Kembung



Luka lecet
Terpeleset
Memar
Penambahan hijauan
Kolik
Gangguan pada saluran pencernaan
Ternak gelisah, menendang
Hijauan dikurangi
Mencret
Pakan
Feses berair
Pergantian pakan
Kuku patah
Kecelakaan
Kuku pecah
Diberi obat pengurang rasa sakit
Cacingan
Ada cacing di saluran pencernaan
Rambut kusam dan nafsu makannya berkurang
Diberi obat cacing
Penyakit kolik adalah penyakit yang disebabkan oleh makan berlebihan, minum berlebihan pada waktu panas, makan makanan berjamur, atau bahkan oleh investasi cacing gelang. Penyakit merupakan salah satu aspek yang harus dihindari karena akan menimbulkan kerugian. Penyakit yang sering muncul adalah luka yang disebabkan oleh kecelakaan, kolik yang disebabkan oleh bakteri dan cacing dengan gejala klinis kuda selalu gelisah, mencret yang disebabkan oleh keracunan pakan dengan gejala klinis feses yang cair, cacingan yang disebabkan oleh cacing yang masuk melalui makanan dengan gejala klinis nafsu makan turun, kuku pecah yang disebabkan oleh kecelakaan, dan scabies yang disebabkan oleh tungau dengan gejala klinis rambut rontok. Penyakit-penyakit tersebut mempunyai penanganan yang berbeda-beda. Kuda adalah hewan yang sangat sensitif dan tidak tahan terhadap rasa sakit. Apabila kuda terserang suatu penyakit maka kuda akan lebih cepat mati jika tidak segera ditangani sehingga peran dokter hewan dalam kesehatan seekor kuda sangat penting.
Pengobatan yang dilakukan pada kuda secara sederhana dengn diberikan beberpa obat dan diberikan secara mandiri oleh peternak. Pengobatan dilakukan dengan disemprot, dioleskan pada luka atau dengan disuntikkan ke ternak.
Nama obat
Fungsi
Dosis
Norit
Pencegahan diare
4-5 tablet
Iodine
Pengobatan luka
Menutupi luka
Gusanex
Pengobatan luka
Disemprot secukupnya
Ivomex
Pencegahan scabies
Di inject 1ml/50kg BB
Alcohol
Membersihkan luka
Sesuai lebar luka
Obat yang sering digunakan adalah Norit, Iodine, Gusanex, Ivomex dan Alcohol. Multivitamin berfungsi sebagai perawatan terhadap kuda yang kekurangan vitamin ataupun sedang dalam periode penyembuhan. Dosis yang digunakan untuk satu ekor kuda adalah sekitar 20 sampai 30 ml dan dapat diulang selama 10 sampai 14 hari. Selain itu, obat penstrep dapat digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit seperti enteritis, infeksi saluran pencernaan dan reproduksi dan infeksi akibat bakteri dan virus. Dosis yang dapat digunakan adalah 1 ml per 25 kg berat badan. Obat yang bersifat analgesik dapat digunakan sebagai obat penyakit kolik pada kuda karena obat tersebut bersifat painkiller.

Pelatihan
Pelatihan rutin
Horse riding and training/ equistrian. Gerakan-gerakan dasar pada equistrian adalah lungeing, hand walk dan jumping. Lungeing merupakan gerakan exercise untuk kuda dengan gerakan melingkar dengan posisi pelatih berada di tengah sesuai dengan porosnya. Hand walk merupakan gerakan menuntun kuda. Hand walk dilakukan sebagai pemanasan atau pendinginan kuda sebelum atau sesudah latihan. Jumping adalah gerakan melompat biasanya dilakukan pada kuda yang sudah ahli.
Melatih kuda dapat dilakukan dengan cara beberapa tahap.Tahap pertama adalah becoming a good trainer dengan kemampuan horsemanship yang baik. Tahap kedua adalah training groundwork, dapat dilakukan dengan menjinakkan kuda dengan cara mengelus kepala, mengajarkan menikuti pelatih, mengajarkan berjalan dan berhenti. Tahap ketiga adalah longeing untuk melatih keseimbangan kuda dan melatih gerakan dasar. Tahap keempat adalah melatih keberanian kuda dengan alat-alat yang dirasa menakuti kuda seperti kayu, plastik, atau tali. Tahap kelima adalah melatih kuda menggunakan saddle agar lebih terbiasa dengan beban.
Horse driving. Kemampuan  gerakan-gerakan dasar kuda adalah sebagai berikut walk, trot, canter dan gallop. Walk adalah gerakan kuda berjalan seperti biasa atau ¼ langkah lari. Trot keadaan kuda dimana siap sprint atau pra sprint atau berjalan namun langkah lebih cepat dengan ½ langkah lari. Canter keadaan dimana kuda mulai lari perlahan dengan ¾ langkah lari kuda. Gallop yaitu kuda lari kencang dengan kaki sediit congklang-congklang atau lari penuh. Melatih kuda perlu kesabaran dan ketegasan. Tegas bukan berarti kasar tetapi jangan biarkan kuda meremehkan pelatih dan menunjukkan kebiasaan buruk di kemudian hari. Selalu gunakan pakaian pengaman seperti helm, sepatu tunggang, dan pakaian yang sesuai yang dapat melindungi pelatih. Buatlah ikatan batin antara pelatih dengan kuda diluar jam latihan dengan cara grooming sebelum dan sesudah dipekerjakan.

Peralatan Latihan Kuda
No
Nama Alat
Fungsi
1
Nose band
Alat handling kuda tanpa pengendali
2
Briddle
Kendali kuda saat beraktifitas
3
Saddle
Tempat duduk di atas kuda
4
Bandages
Melindungi kaki dan sendi
5
Slebra
Alat pelapis saddle supaya tidak melukai kulit
6
Rein
Tali kendali kuda
7
Stear up
Tempat pijakan kaki 
8
Dulken
Rintangan jumping
9
Boots Kuda
Melindungi kaki dan sendi
10
Cambuk
Alat bantu pengendali kuda
11
Helm
Pelindung rider atau joki
12
Sepatu
Melindungi kaki penunggang
Nose band. Alat handling kuda tanpa dilengkapi dengan tali kendali. Alat ini biasanya tidak digunakan untuk kuda pacu. Hanya untuk latihan setiap harinya. Briddle, alat kendali kuda. Penunggang membawa alat ini digunakan agar bisa mengendalikan kuda sesuai keinginannya sehingga kuda berjalan sesuai dengan keinginan penunggang.
Saddle memberikan rasa nyaman bagi penunggang kuda maupun kuda itu sendiri. Penggunaan saddle juga memberikan keseimbangan bagi keduanya. Selain itu, kuda juga terhindar dari kemungkinan cedera yang terlalu besar. Bandages, alat pelindung bagian kaki bawah kuda yaitu kuku kaki dan sendi. Alat ini digunakan agar kuda tetap merasa nyaman dalam berlatih. Slebra, salah satu komponen alat untuk bagian punggung kuda adalah slebra. Slebra dipasang untuk melindungi kulit punggung kuda agar tidak luka. Stear up, stear up merupaan tempat penunggang kuda untuk memijakkan kakinya. Kaki digunakan sebagai tumpuan keseimbangan dalam menunggang kuda.

Comments

Post a Comment

Popular Posts