PEMELIHARAAN KUDA
Kuda merupakan salah satu ternak yang sudah
lama dikenal dan digemari oleh masyarakat. Beberapa jenis kuda yang dikenal di
Indonesia semuanya termasuk jenis kuda poni (tinggi pundak kurang dari 140 cm)
dan dianggap sebagai keturunan kuda Mongol (Przewalski) dan kuda Arab. Kuda
tersebut pada umumnya diberi nama sesuai dengan asalnya dan tersebar diseluruh
wilayah diantaranya kuda Gayo, Batak, Jawa, Priangan, Sulawesi, Kangean, Lombok,
Bali, Sumbawa, Sandel, Timor, dan kuda Flores. Sejak dahulu kala peranan kuda
sebagai sarana transportasi telah berhasil membuka isolasi daerah pedalaman,
sehingga masyarakat daerah pedalaman dapat berkomunikasi dengan masyarakat
luar. Seiring dengan perkembangan zaman, peranan kuda yang semula hanya sebagai
sarana transportasi, sebagian telah terjadi perubahan alih fungsi menjadi
sebagai olahraga atau kuda pacu.
Pacuan kuda adalah olah raga berkuda yang
sudah ada sejak berabad-abad yang lalu. Kuda dilatih untuk berpacu menuju garis
akhir melawan peserta lain. Banyaknya peminat terhadap olahraga berkuda
khususnya di Indonesia membuat banyak kalangan peternak mengawinkan kuda lokal
dengan kuda pacu dari luar seperti kuda pacu Thoroughbred. Hal ini
bertujuan untuk mendapatkan kuda pacu yang mampu beradaptasi dengan kondisi
iklim dan lingkungan Indonesia dan
dengan kemampuan yang mendekati dengan kuda Thoroughbred.
Kuda pacu yang bertanding dalam sebuah
kejuaraan adalah kuda yang benar-benar sudah terlatih dengan baik, dan berasal
dari seluruh daerah di Indonesia. Setiap kuda pacu yang akan mengikuti
kejuaraan berlomba-lomba untuk melakukan persiapan terbaik. Selain kuda berasal
dari persilangan yang baik (breeding)
dan pemberian makan atau feeding yang tepat, pola latihan juga merupakan
salah satu upaya didalam menghadapi kejuaraan.
Kuda tunggang adalah kuda yang
dimanfaatkan kemampuan, ketangkasan dan kepintarannya untuk mengikuti instruksi
dari rider. Kuda yang digunakan sebagai kuda tunggang adalah kuda kuda yang
memiliki kepintaran dalam menangkap instruksi pelatih atau rider. Ada berbagai
macam kelas yang diselenggarakan dalam perlombaan kuda tunggang. Selain kuda –
kuda khusus yang digunakan untuk kuda pacu, kuda yang sudah pensiun dari pacuan
juga masih bisa dilatih sebagai kuda pacu.
Perencanaan pembangunan
kandang juga perlu memperhatikan faktor letak dan iklim setempat serta bahan
bangunan dan konstruksi kandang. Luasan bangunan dan penataan fasilitas
penunjang dalam areal kandang, seperti kantor, ruang isolasi, dan gudang harus
diperhitungkan dengan baik. Bermacam-macam bentuk kandang kuda dapat dibuat,
tergantung pada fungsi kuda serta jenisnya. Kandang tersebut bisa dibuat dari
bahan kayu atau tembok yang berpintu. Hal yang paling penting adalah kondisi
kandang kuat apabila didepak dengan kaki kuda dan adanya gerak kekuatan kuda
ketika sedang birahi atau gaduh tidak mengalami roboh atau kerusakan, baik kandang bentuk koloni atau tunggal,
sebenarnya kandang kuda akan lebih baik jika dibuat perkamar yang berkuran 3m2
atau lebih pembuatan kamar tersebut jangan dalam kondisi tertutup rapat, namun
cukup berupa palang-palang kayu yang kuat. Ukuran ideal untuk stable adalah
untuk kuda dewasa 3,5 x 3,5 m, dan untuk poni 3,5 x 3 m.
Sebaiknya
kandang sering dibersihkan, terutama ketika kuda-kuda sedang berada
dipengumbaran. Selain itu, kuda-kuda tersebut harus juga sering dimandikan dan
dirawat. Lantai kandang hendaknya diberi alas yang keras. Sebaiknya tempat
makan dan minum tersebut ditempatkan
dibagian depan kandang ditempat yang agak tinggi, paling tidakkuda tidak mudah
mengambilnya. Kandang kuda umumnya berbentuk single stall. Tempat untuk
latihan (exercise) sebaiknya
disediakan di areal perkandangan. Kandang untuk ternak kuda dapat dibuat dari
bahan bangunan yang sederhana dan murah, namun harus memiliki konstruksi yang
cukup kuat. Membangun kandang di daerah tropis, sebaiknya disediakan ventilasi
sehingga pertukaran udara dapat berjalan lancar dan tidak menimbulkan hawa
panas didalam kandang.
Fasilitas
pendukung kandang
Peternakan
kuda tidak akan terlepas dari fasilitas yang mendukung. Fasilitas tersebut
diantara lain adalah ruang anak kandang, ruang pakan, loading unit, kamar
mandi, pompa air, padock, tempat grooming, gudang hijauan, lapangan latihan gudang peralatan dan lahan
hijauan. Ruang anak kandang berfungsi sebagai tempat istirahat. Ruang pakan
berfungsi sebagai tempat menyimpan pakan. Loading
unit berfungsi untuk tempat naik atau turunnya kuda. Kamar mandi berfungsi
sebagai tempat mandi cuci kakus. Sumur bor berfungsi sebagai sumber air. Padock digunakan untuk tempat latihan
kuda. Tempat grooming berfungsi untuk
tempat grooming dan penapalan. Gudang hijauan digunakan untuk menyimpan
rending. Gudang peralatan digunakan untuk menyimpan peralatan dan lahan hijauan
berfungsi sebagai sumber hijauan ternak.
Peternakan kuda yang baik juga harus memiliki
fasilitas pendukung seperti tempat penyimpanan peralatan, tempat penyimpanan
pakan, ruang groom pada setiap kandang sehingga memudahkan untuk
mengawasi kuda. Padang umbaran dan arena berlatih kuda juga diperlukan bagi
peternakan yang sudah berorientasi komersial. Kuda dilepaskan pada padang
umbaran setiap pagi untuk mencari makan sendiri dan bergerak bebas setelah lama
dikandang. Luas padang umbaran yang baik adalah 10 ha, minimumnya adalah 2,5 ha.
Peralatan
kandang
Peralatan
kandang yang digunakan antara lain: sekop, sapu, sabit, selang, drum, troli, tempat pakan, tempat minum, tali tuntun, ember
dan karung goni. Sekop berfungsi untuk membersihkan bedding dari kotoran. Sapu
berfungsi untuk menyapu bedding.
Sabit digunakan untuk mengambil hijauan. Selang berfungsi sebagai penyalur air
dan penyiram lapangan. Drum dan ember masing-masing digunakan sebagai tempat
pakan dan tempat minum. Karung goni berfungsi sebagai tempat pembuangan
kotoran. Kandang harus dilengkapi dengan
sarana dan prasarana yang memadai. Perlengkapan kandang berupa tempat pakan,
tempat minum, dan kotak garam. Selain itu, peralatan yang perlu dilengkapi
adalah alat-alat permbersih kandang seperti sapu, sikat, sabit, alat
pengangkut, dan pembersih kotoran.
Kuda
pacu Indonesia merupakan ternak yang saat ini dibentuk melalui program grading
up dengan tujuan untuk memenuhi permintaan kuda pacu. Proses pembentukan
kuda pacu Indonesia dimulai dari G1 yang merupakan persilangan kuda betina
lokal dengan pejantan Thoroughbred dengan darah lokal 50% dan darah Thoroughbred
50%. Kuda G2 merupakan hasil silang kuda betina G1 pada umur 3 atau 4 tahun
dengan pejantan Thoroughbred. Kuda betina G2 dikawinkan dengan jantan Thoroughbred
akan menghasilkan G3 dengan komposisi darah lokal 12,5% dan darah Thoroughbred
87,5% yang dirasa sudah cukup baik untuk dijadikan bibit pejantan (parent-stock) pembentukan kuda pacu
Indonesia. Kuda betina G4 selanjutnya dibentuk untuk dijadikan betina parent-stock
yang akan disilangkan dengan kuda jantan G4 atau G3 dan menghasilkan kuda
pacu Indonesia. Kuda pacu yang tidak masuk
ke dalam skema persilangan KPI tetapi mempunyai darah Thouroughbred biasa disebut Kuda Pacu (KP).
Grading-up kuda
di Indonesia terdapat beberapa jenis kuda lokal. Kuda lokal di Indonesia
terdiri atas kuda Gayo, kuda Sulawesi, kuda Kangean, kuda Sumbawa, kuda Sandel,
dan kuda Batak. Ukuran tubuhnya relatif lebih kecil dan mempunyai tinggi di
bawah 150 cm. Kuda
Poni adalah jenis kuda yang berukuran kecil. Tingginya dari tanah sampai ke
punggung kurang dari 14 tangan (142 cm). Leluhur dari kuda peliharaan yang
masih liar memiliki ukuran hanya sebesar ini tetapi setelah dijinakkan maka
berkembang kuda yang kuat untuk diternakkan.
Kriteria
pemilihan kuda
Memilih
Untuk olah raga equestrian dipilih kuda yang bentuk badannya baik, bangsanya
jelas, jika merupakan kuda persilangan harus tau tetuanya, temperamen bagus,
cerdas, umur diatas 2 tahun dan siap di latih. Beberapa kriteria dalam pemilihan kuda atlit dalam
upaya menunjang prestasinya antara lain, bentuk tubuh (konformasi),
sifat kuda, temperamen, karater, ayunan langkah (passage) dan pergerakan
(movement). Olah raga kuda pacu dipilih kuda yang
hidungnya besar, proporsi tubuh baik, pertulangan baik, perototan baik, bentuk
kaki simetris, keturunannya jelas, staminanya baik dan usianya antara1,5 sampai
2 tahun.
Manajemen
Pakan
|
Bahan pakan
|
Frekuensi pemberian
|
|
Pellet
|
3x
|
|
Rendeng
|
2x
|
|
Rumput lapangan
|
2x
|
Dalam sekali makan kuda dapat
mencerna 1.3 – 1.8 kg konsentrat. Jumlah pakan yang terlalu banyak dalam satu kali
pemberian akan menyebabkan proses pencernaan pakan menjadi tidak efektif dan
efisien. Pakan yang tidak tercerna akan terbuang percuma melalui feses,
sehingga pakan kuda harus diberikan dalam jumlah yang tepat dengan frekuensi
yang sering. Jika memungkinkan, pakan kasar dan berserat seharusnya tersedia
secara ad libitum dalam kandang kuda
agar dapat mengganti energinya yang hilang setelah melakukan berbagai
aktifitasnya sepanjang hari. Jumlah pakan yang sedikit dengan frekuensi yang
sering akan membuat sistim pencernaan kuda bekerja dengan baik. Frekuensi
pemberian pakan kuda kompetisi setidaknya 4 sampai 5 kali sehari sedangkan
untuk kuda biasa pemberian pakan minimal 2 kali sehari.
Jumlah total pakan
yang sebaiknya diberikan tiap hari pada kuda adalah 2,5 persen dari total berat
tubuhnya. Pemberian serat dan konsentrat haruslah seimbang sesuai dengan
aktivitasnya. Kuda merupakan hewan ternak yang merumput sehingga kebutuhan akan
serat wajib untuk dipenuhi untuk menjaga kesehatan saluran cernanya. Jumlah
serat yang harus didapatkan kuda tiap hari adalah adalah seberat 0.75 kg/hari
untuk tiap 50 kg berat badan.
Jumlah pemberian konsentrat dalam
satu waktu pemberian pakan, jumlahnya tidak boleh melebihi 0.5 persen dari
total berat tubuh kuda. Alasannya adalah bahwa konsentrat yang terdiri dari
gula dan zat tepung akan dicerna dan diserap di dalam usus halus, sehingga jika
jumlahnya berlebih maka zat-zat tersebut akan menumpuk di sekum dan akan menyebabkan
kuda mengalami kolik. Waktu pemberian pakan kuda yang tepat adalah saat tubuh kuda
berada pada kondisi yang tenang dan rileks sehingga pencernaan dapat bekerja
dengan baik. Jika yang menjadi acuan adalah aktivitas, maka waktu pemberian
yang tepat adalah saat sebelum dan sesudah kuda melakukan aktivitas yaitu pada
pagi, sore dan malam hari. Kuda tidak dapat mencerna pakan jika diberikan kerja
bersamaan dengan waktu pakannya. Jadi lebih baik pakan diberikan setelah kuda
melakukan kerja dengan jeda waktu beberapa saat. Apabila dibandingkan dengan literatur bahan pakan yang diberikan sudah
cukup baik.
Metode pemberian
|
Bahan pakan
|
Jam pemberian
|
Jumlah
|
Metode
|
|
Konsentrat
|
05.00
|
|
Secara kering dan langsung diberikan
|
|
17.30
|
|
||
|
Hijauan
|
12.00
|
1 ikat
|
Di angin-angikan terlebih dulu
|
|
19.00
|
2 ikat
|
Frekuensi pemberian
pakan bervariasi yaitu dua atau tiga kali dalam sehari. Setiap kuda yang
menerima ransum atau pakan konsentrat penuh, sebaiknya pemberian makan
dilakukan minimal tiga kali sehari. Jika kuda tidak menghabiskannya dalam tiga
kali pemberian, berikan pakan pada larut malam, sehingga kuda mendapatkan
jumlah makanan yang sama tetapi dengan empat kali pemberian pakan yang lebih
sedikit.Pemberian pakan kuda pacu setiap harinya belum dilakukan berdasarkan bobot
badan seekor kuda dan skor kondisi tubuh. Pemberian pakan menjelang kejuaraan
tidak dibedakan dengan pemberian pakan sehari – sehari. Hasil pengamatan
metode pemberian yang didapatkan telah sesuai dengan literature yang ada dan metode pemberian pakan yang dilakukan sudah baik.
limbah
Macam-macam
limbah yang dihasilkan adalah feses, bekas bedding,
hijauan yang tercecer, sisa grooming dan sisa kuku. Pembersihan
kandang dari feses dan alas untuk bedding
diganti 1 bulan sekali. Seluruh kandang kuda dibersihkan dua kali dalam sehari
saat kuda sedang keluar dari kandang untuk melakukan latihan. Hal itu
dimaksudkan untuk menjaga lingkungan tempat tinggal kuda tetap sehat. Keadaan permukaan alas kandang dan lingkungan juga
berpengaruh terhadap kesehatan kuda. Kuda dengan lingkungan alas kandang yang
buruk seperti becek dan berbatu akan menjadi presdisposisi terhadap
penyakit-penyakit kuku kuda sehingga keadaan tanah lingkungan tempat kuda dan
sekitar kandang perlu dikondisikan seperti keadaan tanah normal kuda saat berada
di alam.
Tidak
seperti feses sapi perah, feses kuda memiliki tekstur yang lebih padat sehingga
jarang digunakan untuk biogas dan pupuk organik, namun tidak menutup
kemungkinan bahwa limbah peternakan kuda, terutama feses, dapat dimanfaatkan
sebaik mungkin. Feses kuda seperti feses ternak pada umumnya berpotensi
menyebabkan pencemaran lingkungan, untuk itu perlu dilakukan pengolahan
terhadap feses tersebut. Salah satu pengolahan yang mudah dan dapat dilakukan
adalah dengan proses pengomposan. Feses kuda mengandung karbon yang tinggi dan
nitrogen yang rendah sehingga dalam pembuatan kompos perlu adanya sumber
nitrogen tambahan.
Perawatan
Grooming.
Perawatan
yang dilakukan rutin pada kuda menyikat dengan roskam, dibersihkan dengan sikat
halus dan kotoran tanah yang menempel di kuku dicungkil. Kuda yang dikandangkan
seharusnya digroom secara teratur
setiap hari, tidak hanya membuatnya kelihatan gagah, tetapi untuk menjaga
kulitnya dan bulunya dalam keadaan sehat serta untuk mencegah penyakit kulit.
Para pemilik kuda yang betul-betul memperhatikan perawatan kudanya, pada cuaca
dingin untuk menjaga temperatur tubuh kuda tetap.
Grooming yaitu menyikat tubuh kuda dengan sikat khusus (body brush) dan rosecomb. Grooming
bertujuan untuk menyingkirkan kotoran-kotoran yang berada di kulit kuda.
Frekuensi grooming yang tepat adalah
dilakukan dua kali sehari yaitu sebelum dan setelah kuda beraktivitas.
Pemandian kuda. Kuda
tidak dimandikan setiap hari tetapi seminggu sekali, menghindari tumbuhnya
rambut yang tidak bagus. Kondisi memungkinkan
kuda dapat dimandikan dari waktu kewaktu selama program pelatihan. Hal ini akan
membantu untuk membebaskan bulu dari parasit dan juga akan meningkatkan
penampilan kuda. Memang hari terasa
panas, sebaiknya kuda dimandikan dengan air. Hal itu dimaksudkan untuk mendinginkan
tubuh kuda dan membersihkan keringat yang ada.
Pemasangan tapal (shoeing). Pemasangan tapal dilakukan untuk menjaga
kuku dan setiap minggu di cek. Kuku dipotong membentuk tapal kemudian dikikir. Perawatan kuku penting
artinya bagi kesehatan kuda. Perawatan kuku yang diperlukan bagi kesehatan kuda
adalah pembersihan kuku, pemotongan kuku, pemasangan tapal, dan pemeriksaan
kesehatan kuku.
Peralatan
|
No
|
Nama alat
|
Fungsi
|
|
1
|
Tempat pemandian
|
Sebagai tempat pemandian
|
|
2
|
Roskam
|
Untuk membersihkan kotoran dirambut kuda
|
|
3
|
Congkel kuku
|
Untuk mencongkel bagian dalam kuku
|
|
4
|
Sikat biasa
|
Untuk menghilangkan rambut setelah diroskam
|
|
5
|
Sikat brush
|
Untuk menghilangkan rambut yang sudah dihilangkan
|
|
6
|
Sikat kawat
|
Untuk merapikan rambut leher dan ekor
|
|
7
|
Sisir
|
Untuk merapikan rambut kuda
|
Salah satu perawatan untuk kuda adalah grooming. Kegiatan ini merupakan
kegiatan khusus ternak kuda dan membutuhkan alat-alat khusus untuk kelancaran grooming
itu sendiri. Grooming yaitu menyikat
tubuh kuda dengan sikat khusus (body
brush) dan rosecomb.
Penyakit
yang sering muncul
|
Penyakit
|
Penyebab
|
Gejala klinis
|
Penanganan
|
|
Kembung
|
|
|
|
|
Luka lecet
|
Terpeleset
|
Memar
|
Penambahan hijauan
|
|
Kolik
|
Gangguan pada saluran pencernaan
|
Ternak gelisah, menendang
|
Hijauan dikurangi
|
|
Mencret
|
Pakan
|
Feses berair
|
Pergantian pakan
|
|
Kuku patah
|
Kecelakaan
|
Kuku pecah
|
Diberi obat pengurang rasa sakit
|
|
Cacingan
|
Ada cacing di saluran pencernaan
|
Rambut kusam dan nafsu makannya berkurang
|
Diberi obat cacing
|
Penyakit kolik adalah
penyakit yang disebabkan oleh makan berlebihan, minum berlebihan pada waktu
panas, makan makanan berjamur, atau bahkan oleh investasi cacing gelang. Penyakit merupakan salah satu aspek yang harus dihindari
karena akan menimbulkan kerugian. Penyakit yang sering muncul adalah luka yang
disebabkan oleh kecelakaan, kolik yang disebabkan oleh bakteri dan cacing
dengan gejala klinis kuda selalu gelisah, mencret yang disebabkan oleh
keracunan pakan dengan gejala klinis feses yang cair, cacingan yang disebabkan
oleh cacing yang masuk melalui makanan dengan gejala klinis nafsu makan turun,
kuku pecah yang disebabkan oleh kecelakaan, dan scabies yang disebabkan oleh tungau dengan gejala klinis rambut
rontok. Penyakit-penyakit tersebut mempunyai penanganan yang berbeda-beda. Kuda
adalah hewan yang sangat sensitif dan tidak tahan terhadap rasa sakit. Apabila
kuda terserang suatu penyakit maka kuda akan lebih cepat mati jika tidak segera
ditangani sehingga peran dokter hewan dalam kesehatan seekor kuda sangat
penting.
Pengobatan yang dilakukan pada kuda
secara sederhana dengn diberikan beberpa obat dan diberikan secara mandiri oleh
peternak. Pengobatan dilakukan dengan disemprot, dioleskan pada luka atau
dengan disuntikkan ke ternak.
|
Nama obat
|
Fungsi
|
Dosis
|
|
Norit
|
Pencegahan
diare
|
4-5 tablet
|
|
Iodine
|
Pengobatan
luka
|
Menutupi
luka
|
|
Gusanex
|
Pengobatan
luka
|
Disemprot secukupnya
|
|
Ivomex
|
Pencegahan
scabies
|
Di inject 1ml/50kg BB
|
|
Alcohol
|
Membersihkan
luka
|
Sesuai
lebar luka
|
Obat yang
sering digunakan adalah Norit,
Iodine, Gusanex,
Ivomex dan Alcohol. Multivitamin
berfungsi sebagai perawatan terhadap kuda yang kekurangan vitamin ataupun
sedang dalam periode penyembuhan. Dosis yang digunakan untuk satu ekor kuda
adalah sekitar 20 sampai 30 ml dan dapat diulang selama 10 sampai 14 hari.
Selain itu, obat penstrep dapat digunakan untuk mengobati berbagai macam
penyakit seperti enteritis, infeksi saluran pencernaan dan reproduksi dan
infeksi akibat bakteri dan virus. Dosis yang dapat digunakan adalah 1 ml per 25
kg berat badan. Obat yang bersifat analgesik dapat digunakan sebagai obat
penyakit kolik pada kuda karena obat tersebut bersifat painkiller.
Pelatihan
Pelatihan
rutin
Horse riding and training/ equistrian.
Gerakan-gerakan dasar
pada equistrian adalah lungeing, hand walk dan jumping. Lungeing merupakan
gerakan exercise untuk kuda dengan
gerakan melingkar dengan posisi pelatih berada di tengah sesuai dengan
porosnya. Hand walk merupakan gerakan
menuntun kuda. Hand walk dilakukan
sebagai pemanasan atau pendinginan kuda sebelum atau sesudah latihan. Jumping adalah gerakan melompat biasanya
dilakukan pada kuda yang sudah ahli.
Melatih kuda
dapat dilakukan dengan cara beberapa tahap.Tahap pertama adalah becoming a good trainer dengan kemampuan
horsemanship yang baik. Tahap kedua
adalah training groundwork, dapat
dilakukan dengan menjinakkan kuda dengan cara mengelus kepala, mengajarkan
menikuti pelatih, mengajarkan berjalan dan berhenti. Tahap ketiga adalah longeing untuk melatih keseimbangan kuda
dan melatih gerakan dasar. Tahap keempat adalah melatih keberanian kuda dengan
alat-alat yang dirasa menakuti kuda seperti kayu, plastik, atau tali. Tahap
kelima adalah melatih kuda menggunakan saddle
agar lebih terbiasa dengan beban.
Horse driving.
Kemampuan gerakan-gerakan dasar kuda adalah sebagai
berikut walk, trot, canter dan gallop. Walk adalah gerakan kuda
berjalan seperti biasa atau ¼ langkah lari. Trot keadaan
kuda dimana siap sprint atau pra sprint atau berjalan
namun langkah lebih cepat dengan ½ langkah lari. Canter
keadaan dimana kuda mulai lari perlahan dengan ¾
langkah lari kuda. Gallop yaitu kuda lari kencang dengan
kaki sediit congklang-congklang atau lari penuh.
Melatih kuda perlu kesabaran dan ketegasan. Tegas bukan berarti kasar tetapi
jangan biarkan kuda meremehkan pelatih dan menunjukkan kebiasaan buruk di
kemudian hari. Selalu gunakan pakaian pengaman seperti helm, sepatu tunggang,
dan pakaian yang sesuai yang dapat melindungi pelatih. Buatlah ikatan batin
antara pelatih dengan kuda diluar jam latihan dengan cara grooming sebelum dan sesudah dipekerjakan.
Peralatan
Latihan Kuda
|
No
|
Nama Alat
|
Fungsi
|
|
1
|
Nose band
|
Alat handling kuda tanpa
pengendali
|
|
2
|
Briddle
|
Kendali kuda saat beraktifitas
|
|
3
|
Saddle
|
Tempat duduk di atas kuda
|
|
4
|
Bandages
|
Melindungi kaki dan sendi
|
|
5
|
Slebra
|
Alat pelapis saddle supaya
tidak melukai kulit
|
|
6
|
Rein
|
Tali kendali kuda
|
|
7
|
Stear up
|
Tempat pijakan kaki
|
|
8
|
Dulken
|
Rintangan jumping
|
|
9
|
Boots Kuda
|
Melindungi kaki dan sendi
|
|
10
|
Cambuk
|
Alat bantu pengendali kuda
|
|
11
|
Helm
|
Pelindung rider atau joki
|
|
12
|
Sepatu
|
Melindungi kaki penunggang
|
Nose band.
Alat handling kuda tanpa dilengkapi dengan tali kendali. Alat ini biasanya
tidak digunakan untuk kuda pacu. Hanya untuk latihan setiap harinya. Briddle, alat kendali kuda. Penunggang membawa
alat ini digunakan agar bisa mengendalikan kuda sesuai keinginannya sehingga
kuda berjalan sesuai dengan keinginan penunggang.
Saddle memberikan rasa nyaman bagi
penunggang kuda maupun kuda itu sendiri. Penggunaan saddle juga memberikan keseimbangan bagi keduanya. Selain itu, kuda
juga terhindar dari kemungkinan cedera yang terlalu besar. Bandages, alat
pelindung bagian kaki bawah kuda yaitu kuku kaki dan sendi. Alat ini digunakan
agar kuda tetap merasa nyaman dalam berlatih. Slebra, salah satu komponen alat untuk bagian
punggung kuda adalah slebra. Slebra
dipasang untuk melindungi kulit punggung kuda agar tidak luka. Stear
up,
stear
up merupaan tempat
penunggang kuda untuk memijakkan kakinya. Kaki digunakan sebagai tumpuan
keseimbangan dalam menunggang kuda.




Geng detail bgt nih jadi paham tentang kuda, mantap bro
ReplyDeleteMantap kali
DeleteSangat informatif sekali, Terimakasih.
ReplyDeleteSama sama
Deleteizin bertanya,, penampilan kuda pacu ideal itu kyk gimana ya?
ReplyDelete